GEW by Sekolah Pembangunan Jaya Bintaro : "Caring and Loving the Environment for a Better World"

Degradasi lingkungan yang terjadi di seluruh dunia dan juga Indonesia terjadi pada sejumlah aspek, mulai dari kehutanan, kelautan, polusi udara, hingga sampah plastik. Secara global, Indonesia mengalami deforestasi yang tinggi di dunia. Sepanjang periode 2001-2021, penurunan luas hutan nasional mencapai jutaan hektar.

 

Berdasarkan data Global Forest Watch, luasan hutan primer nasional pada tahun 2021 masih berkisar 93,8 juta hektar. Sayangnya, hingga 2022 luasan hutan primer itu hilang hingga 9,95 juta hektar dan merilis karbon ke atmosfer sebanyak 19,7 miliar ton karbon dioksida. Akibatnya, emisi karbon kian banyak di atmosfer sehingga semakin memanaskan suhu global.

 

Persoalan lingkungan lainnya di Indonesia adalah produksi sampah yang sangat besar dan minim pengolahan. Setiap tahun 39 persen sampah yang dibuang belum dikelola dan bertumpuk mencemari lingkungan. Sampah plastik juga merupakan masalah besar bagi Indonesia, salah satunya mikroplastik. Limbah plastik yang dihasilkan mencapai 66 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, hanya 10 persen limbah yang didaur ulang dan selebihnya mencemari lingkungan.

 

Tantangan krisis iklim dan degradasi lingkungan akan semakin nyata di masa mendatang. Hal ini tentu saja menjadi tantangan berat bagi para generasi muda karena harus adaptif terhadap kondisi lingkungan yang kian terbatas. Akses air bersih makin susah, kualitas udara menurun, cuaca ekstrem meningkat, serta ancaman wabah penyakit

 

Sekolah Pembangunan Jaya sebagai salah satu lembaga pendidikan juga memiliki kewajiban dan tanggung jawab moral dalam membekali peserta didik untuk peduli terhadap isu-isu global di atas. Salah satu implementasi yang dilakukan siswa-siswi Sekolah Pembangunan Jaya adalah melakukan kegiatan Global Entrepreneurship Week (GEW) dengan tema “Caring and Loving the Environment for a Better World”. Sekolah Pembangunan Jaya mendakan 8 Event yang beragam untuk menambah daya kreativitas anak anak dalam entrepreneurship. Siswa-siswi selain melakukan aktivitas kewirausahaan juga menanamkan karakter kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.